optimis

Saat berada di dalam angkot, seorang siswa Kelas XII duduk di samping, zing, gk ada kata2. hanya ada keegoisanku megang hp sambil balas whatsapp atasan. ah, kumasukkan hp ke tas. Lalu, komunikasipun dimulai. mulai dari menanyakan kelas, sekolah, jurusan, cerita hasil pengamatan di lapangan (musim PENSI setelah UAS). Ah, akhirnya i got the point. dek, rencana setelah lulus mau lanjutin atau kerja? ya kalau ada dananya mau lanjut. Allah, jawaban paling realistis untuk anak seusianya yang dihadapkan pada pilihan-pilihan. kalau lanjut, udah ada rencana kemana? “belum” jawabnya. Akhirnya ku jelaskan panjang lebar tentang kampus2 yang sesuai dg jurusannya. terus motivasi dia untuk nyari info tentang beasiswa. memotivasi dia untuk semangat. YA Allah, aku menemukan wajah-wajah optimis itu. bahkan ia mengatakan keinginannya untuk menshare info beasiswa ke teman2 Rohis nya. Ya Allah berilah ia kesuksesan dan kemudahan dalam meniti masa depannya. aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s